Showing posts with label kebidanan. Show all posts
Showing posts with label kebidanan. Show all posts

Sunday, April 1, 2012

Agar kehamilan terjadi, setiap bagian proses reproduksi manusia yang kompleks – dari pelepasan indung telur dari telur yang matang menuju fertilisasi (pemuahan) hingga terjadinya implantasi (menempel pada dinding rahim) harus terjadi dengan benar. Pada wanita, sejumlah faktor bisa mengganggu proses ini pada setiap tahap. Infertilitas wanita disebabkan oleh salah satu atau lebih dari faktor-faktor ini.
Gangguan ovulasi
Gangguan ovulasi menjadi penyebab infertilias dalam 25 persen pasangan. Ini bisa disebabkan oleh kerusakan dalam regulasi hormon reproduktif oleh kelenjar hipotalamus dan hipofisis , atau karena masalah dalam indung telur sendiri. Anda mengalami gangguan ovulasi jika anda berovulasi tidak sering atau tidak sama sekali.
  • Sekresi abnormal FSH dan LH. Kedua hormon tersebut bertanggung jawab untuk merangsang ovulasi setiap bulan — hormon yang merangsang folikel (FSH) dan hormon LH (memecahkan telur dan menebalkan endometrium)— diproduksi oleh kelenjar hipofisis dalam pola spesifik selama siklus menstruasi. Tekanan fisik atau emosi yang berlebihan, berat badan yang amat tinggi atau amat rendah, atau penambahan atau kehilangan berat badan yang banyak – contohnya, 10 persen dari berat badan anda – bisa mengganggu pola ini dan mempengaruhi ovulasi. Tanda utama masalah ini adalah periode yang tidak teratur atau tidak terjadinya menstruasi. Yang lebih jarang, penyakit hipofisis spesifik, biasanya disertai dengan defisiensi hormon tiroid, hormon pertumbuhan atau adanya produksi prolaktin berlebih, mungkin menjadi penyebabnya.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Dalam PCOS, perubahan kompleks terjadi dalam hipotalamus, hipofisis dan indung telur, berakibat overproduksi hormon pria (androgen), yang mempengaruhi ovulasi. PCOS bisa juga disertai dengan resistensi insulin dan obesitas.
  • Gangguan fase luteal. Gangguan fase luteal terjadi ketika indung telur anda tidak cukup memproduksi cukup hormon progesteron setelah ovulasi. Progesteron adalah vital dalam mempersiapkan lapisan endometrium sebagai “bantalan”telur yang dibuahi.
  • Kegagalan ovarium prematur. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh respon autoimun, di mana tubuh anda secara salah menyerang jaringan ovarium. Ini berakibat hilangnya telur dalam indung telur, dan juga dalam produksi estrogen yang berkurang.
Kerusakan tuba fallopi (infertilitas tuba)
Ketika tuba fallopi menjadi rusak atau tersumbat, mereka mencegah sperma dari mencapai telur atau menutup bagian telur yang dibuahi ke dalam rahim. Penyebab kerusakan atau penyumbatan tuba fallopi bisa termasuk:
  • Peradangan tuba fallopi (salpingitis) disebabkan oleh infeksi klamidia atau gonorea
  • Kehamilan ektopik sebelumnya, di mana telur yang dibuahi menjadi ditanamkan dan mulai berkembang dalam tuba fallopi daripada dalam rahim (uterus)
  • Pembedahan sebelumnya dalam perut (abdomen) atau panggul
Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang umumnya berkembang dalam rahim (endometrium) tertanam dan berkembang dalam lokasi lain. Perkembangan jaringan ekstra – dan pembedahan untuk menghilangkannya – bisa menyebabkan jaringan parut yang mengganggu fertilitas. Lesi endometriosis mungkin juga menghasilkan zat-zat yang mengganggu pembuahan.
Penyempitan atau penyumbatan serviks
Juga disebut stenosis serviks, ini bisa disebabkan oleh cacat bawaan atau kerusakan terhadap serviks. Hasilnya adalah bahwa serviks tidak bisa menghasilkan jenis lendir terbaik untuk mobilitas dan fertilisasi sperma. Selain itu, lubang serviks mungkin, mencegah sperma mencapai telur.
Masalah rahim
Polip atau tumor jinak (fibroid atau mioma) dalam rahim, umumnya pada wanita berumur 30-an, bisa merusak fertilitas dengan menyumbat tuba fallopi atau dengan mengganggu implantasi. Tapi, banyak wanita yang memiliki fibroid bisa menjadi hamil. Jaringan parut dalam rahim bisa juga mengganggu implantasi, dan beberapa wanita lahir dengan abnormalitas rahim, seperti rahim bicornuate (berbentuk hati) bisa menghambat terjadinya kehamilan.
Infertilitas yang tidak dijelaskan
Dalam beberapa kasus, penyebab infertilitas tidak pernah ditemukan. Ini mungkin bahwa kombinasi faktor kecil dalam kedua pasangan berkenaan dengan masalah fertilitas yang tidak dijelaskan. Berita baik ini adalah bahwa pasangan dengan infertilitas yang tidak dijelaskan memiliki tingkat kehamilan spontan tertinggi dari semua pasangan tidak subur.
sumber:
dr. prima

yukk,,,kita diskusi di facebook fanspage blog saya di sini Medical & Public Info

Monday, March 19, 2012

Medical student syndrome "MSS" also named medical student disorder, medical student disease and hypochondriasis of medical students is a condition frequently reported in medical students nowadays.
MSS is a constellation of psychiatric symptoms that affect the mood and behaviour of a medical student, especially during the first year of studying medicine.

While Medical students are learning medicine they read lists of symptoms for different diseases daily. Although they are completely healthy, they feel that they are suffering from the symptoms of specific diseases and they have it. 

For example: If a medical student is reading about swine flu he may feel its symptoms and do unnecessary laboratory tests to confirm his wrong diagnosis.

Now the disease included millions of non medical students who can easily search in the internet about any disease and believe in having its symptoms.

If you suffered from this syndrome before share with us your experience through writing your comment here.

by: 
Aetiology : Unkown
Age of Onset : Teenage. Recent studies
have shown that it may affect people upto 25 years of age.
Risk Factors : The age itself is the major risk factor. Others include
(a) Co-education
(b) Cell Phones
(c) Movies
(d) Internet Of these the part played by the cell phones is note worthy.
Pathology
Multi Organ System Failure

Clinical Features
Symptoms
A) The most common presenting feature is
throbbing pain in the heart often described by the patient as sweet pain.
B) Loss of appetite.
C) Sleeplessness.
D) Day dreaming
E) Disinterest in any type of work. There is a danger of patient being transformed into a
poet.
Signs
A) Very much dilated pupil (In search of his sweet
heart).
B) Blushing of cheeks (mainly seen in girls).
C) On Auscultation:
The First Heart Sound is heard as LOVE instead of LUB.
D) Smiling to self.
Pathogenesis and Clinical Course
The Disease is Gradual in onset. The patient presents with vague symptoms like loss of appetite,
sleeplessness, etc., As time progress mutli organ system involvement occurs with
varied symptoms. The symptoms are aggravated at the sight of patients sweet
heart. The sight of patients love causes the contraction of the radial fibres of
the iris muscle leading to the dilation of the pupil. The eyes remain wide open
and cease to blink. The Zygomaticus major muscle automatically contarcts and the
patient smiles (Smile at Sight Phenomenon). As the patient approaches his sweet
heart, action potentials are generated at an irregular rate in the heart and the
normal rhythm of the heart is lost. Microscopic examination of the cardiac
muscle reveals the presence of abnormal pacemaker tissue at certain areas called
the ROMANTIC SPOTS that are responsible for the lost rhythm of the Heart. The
patient feels agitated, and a throbbing pain develops in the heart. The
characteristc feature of the pain that patient wants to feel it more and more.
In advanced stages, the brain is affected. If not treated properly, the patient
may go bad.
Treatment
Marriage Therapy holds promise of 100% cure rates. If is effective only after 22 years of age. If performed early,
it may lead to adverse reactions.


hehehehehehehe........... ^_^

by:
1. virgo the shinigami (my facebook)

Monday, January 30, 2012


Sakit hebat menjelang persalinan membuat ngeri sebagian wanita untuk hamil. Padahal bongkahan es batu yang biasanya dipakai untuk mengawetkan ikan laut bisa membebaskan mereka dari penderitaan itu. Cara ini sangatlah mudah hanya memasukkan pecahan es secukupnya kedalam handuk tangan. Lalu di tekan-tekankan pada titik di punggung tangan di antara jempol dan telunjuk (di sebut LI-4 pada pengobatan tradisional cina). Cara ini efektif meredam sakit akibat kontraksi.
Terapi pijat es ini saya dapatkan dari sebuah jurnal (Journal of Midwife and Woman’s Health). Sebuah studi ini di lakukan pada 49 wanita hamil berusia 16-38 tahun yang sedang menanti kelahiran buah hatinya. Mereka mendapat terapi pijat es selama kontraksi berlangsung pada salah saltu tangan.
Pemijatan di ulangi pada tangan lainnya begitu kontraksi selanjutnya terjadi, terapi ini terus dilakukan bergantian hingga total waktu terapi mencapai 20 menit atau sudah mencapai kotraksi ke-4.
Hasilnya dar terapi ini intensitas dan derajat kenyerian berkurang. Intensitas sakit berkurang 19% bila pemijatan dilakukan pada tangan kanan dan tangan kiri 50%. Derajat kenyerian pun hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tidak sampai membuat stress dari pada menghindari sakit dengan bius tapi beresiko terhadap bayi yang dilahirkan, para ibu labih memilih terapi pijat es yang aman dan bisa dilakukan oleh siapa pun.

Thursday, January 26, 2012


Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), atau Trial of Labor After Caesarean (TOLAC) adalah istilah untuk melahirkan anak secara normal (melalui vagina) setelah anak yang sebelumnya dilahirkan secara operasi Sesar (Caesarean section). Sejak tahun 1916, terkenal istilah bahwa setelah sesar, harus sesar lagi. Sampai tahun 1988, hanya 3% anak yang berhasil lahir normal setelah anak sebelumnya melalui operasi sesar.
Ada banyak alasan kenapa sebaiknya melahirkan normal, baik untuk si ibu maupun si bayi, antara lain:
Ibu:
Mencegah kematian dari operasi
Mencegah komplikasi operasi
Mencegah kehilangan darah banyak
Mengurangi resiko infeksi
Mengurangi resiko cedera organ sekitar
Mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah karena bekuan darah operasi
Menyusui biasa lebih mudah setelah melahirkan normal, lebih hemat.
Anak:
Menurunkan kejadian hipertensi paru persisten
Lahir normal mengkondisikan bayi akan kehidupan di luar rahim
Mencegah cedera bayi akibat operasi
Tingkat kematian bayi lebih rendah ketimbang sesar elektif
Kelahiran sesar adalah melahirkan bayi melalui insisi (pemotongan bedah) yang dibuat di dinding perut dan melalui rahim, bukan melalui vagina. Alasan untuk bedah caesar termasuk kegagalan untuk melanjutkan persalinan normal, kelainan laju jantung janin, dan komplikasi yang melibatkan plasenta (ketuban). Karena melahirkan sesar adalah prosedur pembedahan besar, ini berarti terdapat risiko yang ditimbulkan oleh operasi besar lainnya, seperti infeksi atau komplikasi dari anestesi (pembiusan). Kandidat bedah sesar biasa juga akan mempunyai kesulitan pada kehamilan berikutnya.
Kelahiran normal setelah sesar mempunyai resiko komplikasi seperti ruptur uterus (pecah rahim), infeksi lapisan rahim, kekurangan oksigen ke otak bayi, dan kematian bayi. Namun penelitian membuktikan angka kejadian komplikasi ini sangatlah kecil. Ruptur uterus adalah komplikasi yang paling umum. Ruptur uterus terjadi ketika luka di otot rahim akan terbuka. Pecahnya rahim dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh dari bayi dan plasenta mungkin meninggalkan rahim, yang dapat menyebabkan kelainan denyut jantung janin dan bahkan kematian janin. Penggunaan obat-obatan untuk mempercepat proses kelahiran, justru dapat meningkatkan resiko rupture uterus ini. Apabila parah, dapat mengakibatkan perdarahan berat, yang dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi. Dalam beberapa kasus, perdarahan mungkin begitu parah sehingga histerektomi perlu dilakukan.
Kontrol kehamilan yang baik, kemajuan teknologi, dan obat-obatan menurunkan resiko-resiko yang dapat terjadi saat VBAC/TOLAC. Riset terbaru membuktikan kalau VBAC tidak menaikkan resiko pendarahan paska kelahiran, sobekan vagina, atau komplikasi pada bayi. Pendapat ini didukung juga oleh ACOG, asosiasi obstetrik dan ginekologi dari Amerika. Kerusakan otak atau kematian bayi karena VBAC terjadi pada 1 dari 2000 kelahiran. Semua resiko sama besarnya dengan ibu yang melahirkan normal sebelumnya. Ketakutan akan ruptur uterus terjadi pada masa lalu, sebab pada jaman dahulu insisi yang digunakan adalah secara vertikal. Saat ini insisi sesar dilakukan secara melintang dan letak nya rendah, sehingga kemungkinan terjadinya komplikasi rahim adalah rendah.
Riwayat rupture uteri sebelumnya, bayi yang besar, tulang panggul yang sempit, atau infeksi jalan lahir yang masih aktif tetaplah beberapa syarat untuk tetap dilakukan sesar. Bedah sesar ulang juga mungkin membawa risiko di luar yang ditimbulkan dengan VBAC. Risiko infeksi dan komplikasi bedah lainnya tampaknya lebih besar pada wanita yang menjalani ulangi kelahiran sesar dibandingkan dengan mereka yang sukses dengan kelahiran vagina setelah bedah sesar.
Mengulangi kelahiran sesar dapat mempersulit kehamilan berikutnya. Terkadang dapat menyebabkan penempelan plasenta pada leher rahim, sehingga mengganggu proses kelahiran. Sesar sebelumnya juga meningkatkan kemungkinan bahwa plasenta akan tumbuh ke dalam dinding rahim, menyebabkan kesulitan pelepasan plasenta setelah melahirkan. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan berat selama kelahiran, dan dapat memerlukan operasi pengangkatan rahim.
Keputusan untuk mencoba kelahiran normal, atau mengulangi sesar haruslah diputuskan secara hati-hati oleh sang calon ibu dan sang dokter. Segala macam resiko perlu dipertimbangkan matang-matang. VBAC dapat dipertimbangkan oleh ibu karena:
Lebih sedikit komplikasi (infeksi dan kehilangan darah)
Energi dan stamina lebih cepat pulih kembali
Inisiasi menyusui dini pada bayi dapat dilakukan
Memberi efek positif dan lebih mudah untuk kelahiran berikutnya
Peluang keberhasilan VBAC akan rendah jika:
Kehamilan post-term
Bayi yang besar
Sudah pernah menjalani operasi sesar lebih dari 1x
Obesitas
Gagal melahirkan pada VBAC sehingga perlu operasi sesar terjadi pada 20%-40% kasus. Lalu, bagaimanakah kita menyiapkan diri kita sendiri (para ibu hamil tentunya)? Berikut saran-sarannya:
Pelajari mengenai VBAC dan cara meneran yang baik
Diskusikan kekhawatiran anda dan pengharapan anda dengan sang dokter. Pastikan dokter telah memiliki riwayat kesehatan yang lengkap termasuk riwayat obstetri sebelumnya.
Pastikan tersedia sarana kesehatan serta sarana pemantauan yang lengkap dan memadai selama kelahiran. Utamakan di rumah sakit dengan sarana terlengkap yang juga mempunyai sarana untuk memonitor keadaan janin secara berkelanjutan, tim bedah yang siap siaga, serta ketersediaan obat bius untuk mengontrol sakit dan transfusi darah 24 jam untuk mengontrol pendarahan.
Biarkan proses kelahiran berjalan alami, tanpa menggunakan bantuan obat-obatan. Penggunaan obat-obatan akan memperbesar resiko ruptur uteri.
Persiapkan mental anda jika harus terpaksa untuk dilakukan bedah sesar kembali.
Rawatlah kesehatan fisik anda. Makan makanan sehat, tetap lakukan aktivitas fisik rutin ringan setiap harinya, dan cukup istirahat.


Referensi:
ChildBirth.org. Vaginal Birth After Cesarean FAQ.
Caughey AB, Smith CV. Vaginal Birth After Cesarean Delivery. eMedicine-Medscape.
Mayo Clinic Staff. VBAC (vaginal birth after C-section). Mayo Clinic.
American Pregnancy Association. VBAC: Vaginal Birth after Cesarean.
Cornforth T. Is Vaginal Birth Safe After C-Section? Risks From Labor After Prior Cesarean Delivery Low, Study Reports. Women's Health About.com
Rozen G, Ugoni AM, Sheehan PM. A new perspective on VBAC: a retrospective cohort study. Women Birth. 2011 Mar;24(1):3-9.

Tuesday, January 10, 2012


Tipe - Tipe Mahasiswa FK
Percaya ga percaya rata-rata tipe mahasiswa kedokteran itu hampir sama aja loh di tiap kampus. Hal ini udah pernah kami buktiin melalui percobaan cross sectional (jangan tanya artinya apa) di poskamling sekitar Indonesia. Dari data hasil percobaan didapatkan bahwa secara garis besar mahasiswa kedokteran dibagi menjadi 50 prototype. Penasaran tipenya apa aja? Yuk, cek yang satu ini:

1. Mahasiswa perfeksionis = mahasiswa yg anti sama inhal. sekali dpt inhal langsung guling2 ditanah dan galau 7 turunan.
2. Mahasiswa studyholic = duduk paling depan, sehari2 ngurung diri dalam kamar buat belajar. motto hidupnya "tiada hari tanpa belajar"
3. Mahasiswa idiopatik = ga jelas kehidupannya di kampus. kadang2 ada, kadang2 ga ada.
4. Mahasiswa poli-organisasi = aktif diberbagai organisasi kampus. motto hidupnya "banyak organisasi, banyak rezeki"
5. Mahasiswa pasrah = dapat inhal? ah tenang, kan ga cuman aku doang yang ga lulus
6. Mahasiswa pecinta = kerjaan sehari2nya pacaran tak peduli tempat, waktu, dan lokasi.
7. Mahasiswa cadaLOver = saking terobsesinya sama cadaver, ampe kuliahnya hanya saat ada materi anatomi atau pratikum anatomi.
8. Mahasiswa SKS = tipe paling banyak di tiap kampus. belajar sampai larut hanya ketika besoknya ujian.
9. Mahasiswa religius = sukanya mengaji dan berdakwah ketika ada waktu kosong
10. Mahasiswa paket hemat = datengnya pas praktikum,skill lab ma tutor doang
11. Mahasiswa galau = tiap malam ngetweet galau sambil dengerin lagu2 adele
12. Mahasiswa setengah dewa = Tiap hari kerjaan nya maen game dan OL, tapi selalu berhasil kalo ujian.
13. Mahasiswa gaul stadium 4 = ke kampus pakai kaos oblong dan celana jeans
14. Mahasiswa inhibitor = sukanya nanya2 ke dosen sehingga menghambat mahasiswa yg lain utk pulang
15. Mahasiswa kritis : selalu nanya jadwal kuliah padahal modul dia punya, dan bertanya terus kapan dosen masuk
16. Mahasiswa OVJ = tiada hari tanpa membuat tertawa teman2nya
17. Mahasiswa petani = datang paling pagi buat bookingin tempat duduk temen
18. Mahasiswa insert investigasi = niat dateng ke kampus buat nyari gosip2 ter-hot seangkatan
19. Mahasiswa asianlover = tiap hari ngebahas korea. suka teriak2 ga jelas tiap ngeliat foto/ video artis korea
20. Mahasiswa FreeAll = datang ke kmpus bawa laptop untuk dapat ngenet gratis dan download film gratis pake sinyal wifi kampus
21. Mahasiswa the ripper = pembunuh teman saat tutorial
22. Mahasiswa dreamer = kerjaannya tidur di kelas dari awal sampai habis
23. Mahasiswa KW 9 = beli buku yg bajakan semua.
24. Mahasiswa ekstrovert : suka gosipin kelakuan teman²nya & dosen/Konsulen
25. Mahasiswa pa bondan = dateng ke kampus cuma nongkrong di kantin sambil ngeborong kuliner
26. Mahasiswa introvert = punya bahan untuk belajar buat ujian dari dosen hanya disimpan buat sendiri, ogah bagiin ke teman²
27. Mahasiswa perpustakaan berjalan = kemana2 bawa buku yg tebel2
28. Mahasiswa JournalLover = bawa jurnal kemana2 tapi ga paham isinya apa
29. Mahasiswa model : kekampus pakai height heel lebih 10 cm,,,
30. Mahasiswa pencabut dompet = sukanya nagih uang ke teman
31. Mahasiswa Konter = datang ke kampus menawarkan jasa pulsa elektrik
32. Mahasiswa recorder = hafal semua yang dikatakan dosen waktu kuliah
33. Mahasiswa program KB = IP 2 cukup
34. Mahasiswa hemat listrik : suka ngecas bb. Laptop,hape dikampus
35. Mahasiswa SOGO = ke kampus dandannya kaya mau liburan keluar negri
36. Mahasiswa hemat air = suka numpang mandi dan BAB di wc kampus
37. Mahasiswa buku berjalan = mahasiswa yang saking pinternya, ditanyain materi selalu bisa jawab
38. Mahasiswa game center = mahasiswa yang datang ke kampus cuma buat maen game online bareng temen seangkatan
39. Mahasiswa cool = paling suka duduk dibawah AC ketika kuliah
40. Mahasiswa las vegas = ke kampus cuma buat maen poker sama UNO di kantin.
41. Mahasiswa olahragawan = ke kampus selalu pake sepatu futsal
42. Mahasiswa superman = kemana-mana sobotta dan dorland d gendong d tas.
43. Mahasiswa RU = ada apa apa dikir langsung updet pm, menuhin recent updates
44. Mahasiswa bermodal cinta = datang ke kampus ga bawa apa2
45. Mahasiswa joki 3 in 1 = suka nebeng temen ke kampus
46. Mahasiswa seks bebas = suka nyucuk flashdisk berisi virus ke berbagai laptop
47. Mahasiswa tutorial oriented = hanya belajar keras saat tutorial aja
48. Mahasiswa kupu2 = kuliah-pulang kuliah-pulang
49. Mahasiswa salesman = gaya berpakaiannya susah dibedakan antara mahasiswa dan salesman
50. Mahasiswa gaib = kehadirannya tidak jelas

Itu tadi 50 prototype mahasiswa FK. Pasti ga jauh beda kan disetiap FK? Rata - rata pasti ada aja seperti yang telah disebutkan diatas. Pertanyaannya sekarang masuk jenis yang manakah anda?

Monday, December 12, 2011

1. Seberapa banyak ibu hamil boleh minum kopi, teh, atau minuman bersoda?
Kopi dan teh mengandung xantin, kafein, teofilin dan teobromid. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat wanita hamil lebih sering berkemih, selain juga dapat menembus plasenta dan mencapai janin. Dosis maksimum kafein yang boleh dikonsumsi wanita hamil adalah 400 mg kafein per hari. Jadi, kopi hanya boleh diminum maksimum 3 cangkir per hari (+300 mg kafein; 100 mg kafein sama dengan 3 sendok kecil kopi). Sedangkan teh hanya boleh diminum maksimum 8 cangkir per hari (+ 300 mg kafein).

Satu gelas minuman bersoda (soft drink) mengandung sekitar 250 kalori ditambah gula fruktosa yang tak baik dikonsumsi ibu hamil. Fruktosa pada soft drinkmerupakan gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung, dan memiliki kalori sangat tinggi sehingga akan meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat. Risikonya, timbul diabetes melitus selama kehamilan dan janin mengalami kelebihan berat badan. Maka itu, minuman ini harus dihindari sejak awal kehamilan sampai melahirkan.

2. Bolehkah ibu hamil ngemil cokelat?
Memang, bagi calon ibu yang di usia awal kehamilannya merasa mual muntah adakalanya menyiasati dengan camilan cokelat. Sebetulnya, cokelat juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah kecil. Konsumsi cokelat selama kehamilan dapat mem-bantu menciptakan perasaan lebih tenang bagi ibu hamil. Kandungan gula di dalam per-men cokelat terkadang dapat membantu mengatasi penurunan gula darah saat mual-mual di awal kehamilan. Hanya saja, bila ibu hamil dengan kenaikan berat badan yang terlampau banyak, maka perlu mengendalikan asupan karbohidrat yang dikonsumsi. Konsumsi permen cokelat pada ibu hamil yang gemuk terkadang berisiko menyebabkan diabetes melitus dalam kehamilan.

3. Selama hamil bolehkan makan makanan pedas atau yang amat berbumbu?
Makanan yangmengandung banyak bumbu seperti cabai atau merica terkadang dapat menimbulkan gangguan pada lambung dan gangguan pencernaan lain seperti diare. Makanan seperti ini tak menimbulkan bahaya terhadap janin. Jika timbul diare setelah mengonsumsi makanan pedas, cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut, dan mengganti elektrolit yang hilang dengan minum oralit. Diare akan berhenti spontan tanpa harus minum obat tertentu.

4. Bolehkah ibu hamil melakukan perawatan dengan sauna?
Mandi sauna (atau mandi dalam bak berombak/whirl pool) atau mandi uap akan meningkatkan suhu tubuh sampai suatu keadaan yang disebut sebagai hipertermia. Kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan janin terutama jika dilakukan pada usia kehamilan trimester pertama (1-3 bulan). Sementara kalau sekadar lulur misalnya yang berguna untuk mencerahkan dan membersihkan kulit, tidak membahayakan janin.

5. Bolehkah ibu hamil menggendong anak batita?
Anak batita (usia 1-3 tahun) biasanya ingin digendong ibu. Dengan alasan dapat mengganggu keseimbangan ibu hamil, maka ibu hamil tak dianjurkan membawa benda lebih dari 12,5 kg. Sehingga mengendong anak dengan berat badan 12,5 kg atau lebih tak dianjurkan dilakukan oleh ibu hamil. Pengertian terhadap anak perlu diberikan secara bertahap dan sabar.

6. Vaksinasi apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan pada ibu hamil?
Imunisasi yang rutin diberikan kepada ibu hamil di Indonesia saat ini adalah imunisasi tetanus toxoid; bermanfaat mencegah terjadinya infeksi kuman tetanuspada bayi yang baru lahir (neonatus). Imunisasi lainnya yaitu hepatitis namun belum menjadi program di Indonesia.
Sedangkan imunisasi yang terlarang dilakukan pada ibu hamil adalah imunisasi terhadap rubella, campak, gondong (parotitis), dan cacar air.

7. Bagaimana posisi tidur yang paling dianjurkan bagi ibu hamil?
Posisi tidur yang paling baik selama hamil adalah miring ke kiri karena dapat membantu melancarkan aliran darah dari ibu ke janinnya. Posisi terbaik kedua adalah miring ke kanan. Tidur telentang tak dianjurkan, terutama setelah kehamilan memasuki usia kehamilan tri-mester ketiga. Sebab, rahim akan menekan pembuluh aorta dan pembuluh vena di tulang belakang sehingga mengurangi aliran darah dari ibu ke janin. Sementara kalau tidur telungkup pada umumnya hanya bisa dilakukan ketika rahim belum terlampau besar (kurang dari 4 bulan).

8. Bila ibu hamil mengalami sulit tidur, bolehkan mengonsumsi obat tidur?
Ibu hamil memang memerlukan istirahat yang cukup. Sering kali ibu hamil sukar tidur di malam hari, namun mengantuk dan tertidur di siang hari. Kondisi kurang tidur tak akan mengganggu janinnya, namun dapat memengaruhi daya tahan (stamina) ibu hamil. Umumnya, wanita hamil sulit tidur di waktu malamdikarenakan kram tungkai bawah, sering berkemih, janin terlampau aktif, cemas mengenai kondisi kehamilan dan cara persalinan, dan sebagainya. Namun, untuk mengatasi sulit tidur ini, tak dianjurkan minum obat tidur. Membaca, mendengarkanmusik lembut, menjahit atau menonton televisi dapat membuat ibu hamil lebih santai.

9. Bolehkah ibu hamil berlama-lama di depan komputer?
Radiasi monitor komputer hampir tidak ada atau hanya sedikit sekali, sehingga komputer tak akan menimbulkan kondisi buruk bagi janin. Akan tetapi, selama kehamilan tak dianjurkan duduk terlalu lama di depan komputer karena dapat meng- akibatkan gangguan aliran darah, terutama di daerah tungkai. Selain itu, penggunaan komputer yang terlalu lama juga sering menimbulkan kelelahan pada mata.

10. Bagaimana pula dengan penggunaan obat-obatan pada ibu hamil yang sakit?
-Jika menderita demam, ibu hamil diperbolehkan minum parasetamol (asetaminofen). Walaupun obat ini dapat menembus plasenta, namun selama dosisnya kecil, tak akan menyebabkan kelainan pada janin.
- Ibuprofen tak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil karena obat ini berpotensi menimbulkan kecacatan pada janin, terutama jika diberikan pada trimester ke-3.
-Jika ibu hamil menderita flu, maka pemberian antihistamin harus secara hati-hati dan dengan indikasi yang sangat selektif.
-Antidepresan dilarang diberikan kepada wanita hamil karena terbukti dapat menimbulkan kecacatan terhadap janin dalam kandungan.
* Pemberian antibiotika kepada wanita hamil harus sangat hati-hati:
- Golongan penisilin dan makrolid dapat diberikan kepada wanita hamil.
- Golongan kloramfenikol dan aminoglikosida dapat diberikan dengan sangat hati-hati.
- Golongan tetrasiklin tidak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil, karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin dalam kandungan.

11.Perlukah ibu hamil minum susu khusus hamil?
Susu merupakan sumber protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang baik untuk ibu hamil. Guna memperoleh sumber nutrien ini, ibu hamil tidaklah harus memperoleh dalam bentuk susu namun dapat pula dalam bentuk hasil olahannya seperti keju, mentega dan es krim. Saat ini telah diproduksi susu ibu hamil dalam bentuk susu bubuk instan yang ditambahkan beberapa unsur vitamin dan mineral. Tidak semua ibu hamil merasa nyaman mengonsumsi susu jenis ini. Terkadang mereka merasa mual dan bahkan sampai timbul diare. Sebenarnya, ibu hamil dapat saja mengonsumsi susu selain susu yang khusus dibuat untuk ibu hamil.

12. Baikkah konsumsi kerang bagi ibu hamil?
Kerang merupakan sumber nutrisi yang baik bagi ibu hamil, karena mengandung protein bermutu baik, merupakan sumber asam lemak omega 3 dan mengandung lemak jenuh yang rendah. Namun perlu diperhatikan, kerang juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis. Sayangnya, untuk mengetahui kerang telah tercemar atau belum, tak ada ciri khusus yang dapat membedakannya. Namun begitu, kita dapat mencegah mengon-sumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yakni dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik).

13. Bagaimana dengan konsumsi daging sapi dan unggas, mengingat keamanan pangannya terkadang masih disangsikan?
Daging sapi, ayam atau unggas lainnya merupakan sumber protein hewani yang diperlukan ibu hamil karena bermanfaat untuk pertumbuhan sel, meningkatkan sistem imunitas (kekebalan tubuh terhadap penyakit), menambahsel darah merah, memperbaiki sistem enzim, dan sebagainya. Disamping itu, daging hewan ini juga merupakan sumber lemak hewani. Namun perlu diingat, daging hewan ini sangat rawan terkontaminasi terhadap beberapa virus, bakteri, dan parasit tertentu, seperti toksoplasma dan flu burung. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan sebuah instansi pengawas makanan dan minuman yang mampu melin- dungi dan memberikan jaminan tentang kebersihan dan kesehatan daging hewan yang dikonsumsi masyarakat. Upaya lain, mengganti sumber hewani ini dengan sumber dari ikan (ikan air laut atau ikan air tawar yangsehat dan bersih) atau sumber nabati seperti kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, minyak kelapa dan sebagainya.

14. Amankah ibu hamil mencat rambutnya?
Cat rambut memang dapat menembus kulit kepala dan masuk ke dalam sirkulasi darah ibu hamil. Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menunjukkan cat rambut dapat menimbulkan bahaya bagi janin. Namun demikian ibu hamil harus tetap berhati-hati sebelum memutuskan mencat rambutnya.

15. Benarkah renang merupakan olahraga yang paling aman buat ibu hamil?
Ya, renang merupakan olahraga terbaik bagi wanita hamil karena dapat memperkuat otot-otot tubuh secara merata tanpa menimbulkan peningkatan risiko trauma pada persendian atau otot wanita hamil; memperkuat kerja otot jantung; meningkatkan kebugaran; dan memperkuat otot-otot dasar panggul. Renang merupakan olahraga aerobik, dapat dilakukan setiap saat selama kehamilan, dan di setiap usia kehamilan. Renang selama kehamilan tidak menyebabkan keguguran ataupun infeksi jalan lahir. Namun, renang tidak dianjurkan dilakukan oleh wanita hamil dengan riwayat keguguran lebih dari 3 kali, selaput ketuban yang telah pecah, kehamilan ganda, dan kelainan jantung.

16. Bagaimana dengan yoga, apakah juga aman bagi ibu hamil?
Yoga dapat dilakukan sepanjang kehamilan. Selama tak ada peregangan otot perut, yoga sangat bermanfaat untuk membuat ibu hamil lebih santai. Gerakan yoga yang tak dianjurkan selama hamil adalah menekuk tubuh ke arah belakang dan berdiri dengan satu kaki. Sebab, dapat menyebabkan peregangan berlebih terhadap otot dinding perut sehingga berisiko terjadi trauma pada otot dinding perut. Selain itu, juga tak dianjurkan dengan posisi kepala di bawah dankaki di atas, karena akan mengganggu sirkulasi darah sehingga aliran darah ke janin akan berkurang.

17. Benarkah ibu hamil tak boleh menyusui?
Isapan pada puting susu ibu hamil dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, sehingga wanita hamil yang cenderung mengalami persalinan prematur dianjurkan menghentikan menyusui anaknya.Semoga Bermanfaat

Bagi Saudari Yang Sedang Hamil,,,Semoga Anda Dan Calon Bayi nya Sehat Selalu,, Dalam Lindungan ALLAH SWT.  DAn Calon Bayi nya Kelak  Menjadi Anak Yang Soleh Solehah .... Aamiin

Sunday, December 11, 2011

     Persalinan berarti kelahiran bayi. Pada akhir kehamilan, uterus secara progresif lebih peka sampai akhirnya timbul kontraksi kuat secara ritmis sehingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan aktivitas uterus yang sebenarnya tidak diketahui, tetapi sedikitnya ada dua kategori pengaruh utama yang menyebabkan timbulnya puncak kontraksi yang berperan dalam persalinan: (1) perubahan hormonal progresif yang menyebabkan peningkatan eksitabilitas otot-otot uterus, dan , (2) perubahan mekanik yang progresif.

Faktor-Faktor Hormonal yang menyebabkan Peningkatan Kontraktilitas Uterus
Rasio estrogen terhadap progesteron. Progesteron menghambat kontraksi uterus selama kehamilan, sehingga membantu mencegah ekspulsi fetus. Sebaliknya, estrogen mempunyai kecenderungan nyata untuk meningkatkan derajat kontraktilitas uterus, yang terjadi karena estrogen meningkatkan jumlah taut celah (gap junction) antara sel-sel otot polos uterus yang berdekatan, namun juga karena pengaruh lain yang masih belum dimengerti. Baik progesteron maupun estrogen yang disekresikan dalam jumlah yang secara progresif makin bertambah selama kehamilan, tetapi mulai kehamilan bulan ke tujuh dan seterusnya sekresi estrogen terus meningat sedangkan sekresi progesteron tetap konstan atau mungkin sedikit menurun. Oleh karena itu, diduga bahwa rasio estrogen-terhadap-progesteron cukup meningkat menjelang akhir kehamilan, sehingga paling tidak berperan sebagian dalam peningkatan kontraktilitas uterus.
Pengaruh oksitosin pada uterus. Oksitosin merupakan suatu hormon yang disekresikan oleh neurohipofisis yang secara khusus menyebabkan kontraksi uterus. Ada empat alasan untuk memercayai bahwa oksitosin mungkin diperlukan dalam meningkatkan kontraktilitas uterus menjelang persalinan: (1) Otot uterus meningkatkan jumlah reseptor-reseptor oksitosin dan, oleh karena itu, meningkatkan responsnya terhadap dosis oksitosin yang diberikan selama beberapa bulan terakhir kehamilan. (2) Kecepatan sekresi oksitosin oleh neurohipofisis sangat meningkat pada saat persalinan. (3) Walaupun pada hewan yang telah menjalani hipofisektomi masih dapat melahirkan bayinya pada kehamilan aterm, persalinannya akan berlangsung lama. (4) Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa iritasi atau regangan pada serviks uteri, seperti yang terjadi selama persalinan, dapat menyebabkan sebuah refleks neurogenik melalui nukleus paraventrikular dan supraoptik hipotalamus yang dapat menyebabkan kelenjar hiposisis posterior (neurohipofisis) meningkatkan sekresi oksitosinnya.
Pengaruh hormon fetus pada uterus. Kelenjar hipofisis uterus menyekresikan oksitosin, yang mungkin berperan dalam merangsang uterus. Kelenjar adrenal fetus juga menyekresikan sejumalh besar kortisol, mungkin merupakan suatu stimulan uterus lain. Selain itu, membran fetus  melepaskan prostaglandin dala konsentrasi tinggi pada saat persalinan. Prostaglandin ini juga dapat meningkatkan intensitas kontraksi uterus.
Faktor-Faktor Mekanis yang Meningkatkan Kontraktilitas Uterus
Regangan otot-otot uterus. Regangan sederhana organ-organ berotot polos biasanya akan meningkatkan kontraktilitas otot-otot tersebut. Selanjutnya, regangan intermiten, seperti yang terjadi berulang-ulang pada uterus karena pergerakan fetus juga dapat meningkatkan kontraksi otot polos. Perhatikan khususnya pada bayi kembar yang rata-rata lahir 19 hari lebih awal daripada anak tunggal, yang menekankan pentingnya regangan mekanik dalam menimbulkan kontraksi uterus.
Regangan atau iritasi serviks. Terdapat alasan untuk memercayai bahwa meregangkan atau mengiritasi serviks uteri khususnya penting dalam menimbulkan kontraksi uterus. Sebagai contoh, ahli obstetri sering menginduksi persalinan dengan memecahkan ketuban sehingga kepala bayi lebih meregang serviks daripada biasanya atau mengiritasi serviks dengan cara lain. Mekanisme bagaimana iritasi serviks dapat merangsang korpus uteri tidak diketahui. Diduga bahwa regangan atau iritasi saraf pada serviks mengawali timbulnya refleks pada korpus uteri, tetapi efek ini juga secara sederhana dapat terjadi akibat transmisi miogenik sinyal-sinyal dari serviks ke korpus uteri.

Mekanisme Persalinan
Kontraksi uterus selama persalinan dimulai terutama dari puncak fundus uteri dan menyebar ke bawah ke seluruh korpus uteri. Selain itu, intensitas kontraksi sangat besar pada puncak dan korpus uteri, tetapi lemah pada segmen bawah uterus yang berdekatan dengan serviks. Oleh karena itu, setiap kontraksi uterus cenderung mendorong bayi ke bawah ke arah serviks.
Pada bagian awal persalinan, kontraksi mungkin hanya terjadi sekali setiap 30 menit. Dengan majunya persalinan, kontraksi akhirnya timbul lebih sering, sekali setiap 1 sampai 3 menit, dan intensitas kontraksinya bertambah sangat kuat, dengan periode relaksasi yang singkat di antara kontraksi. Gabungan kontraksi uterus dan otot-otot abdomen selama kelahiran bayi menyebabkan bayi terdorong ke bawah kira-kira dengan kekuatan 25 pon setiap kontraksi yang kuat.
Untungnya, kontraksi persalinan terjadi secara intermiten karena kontraksi yang kuat menghalangi atau kadang-kadang bahkan menghentikan aliran darah melalui plasenta dan akan menyebabkan kematian fetus bila kontraksi berlangsung. Memang, pada pemakaian berlebihan dari berbagai zat perangsang uterus seperti oksitosin, dapat menyebabkan spasme uterus, dan bukan kontraksi ritmis, yang dapat menyebabkan kematian fetus.
  Pada 95% kelahiran, kepala merupakan bagian pertama yang dikeluarkan dari bayi, da pada sebagian besar sisanya, bokong dikeluarkan pertama kali. Kepala bertindak sebagai baji untuk membuka struktur-struktur jalan lahir ketika fetus didorong ke bawah.
Hambatan utama yang pertama dari pengeluaran fetus adalah serviks uteri. Menjelang akhir kehamilan, serviks menjadi lunak, yang memungkinkan serviks meregang saat kontraksi persalinan mulai terjadi di dalam uterus. Apa yang disebut kala satu persalinan adalah suatu periode dilatasi serviks yang progresif, berlangsung sampai pembukaan serviks sebesar kepala fetus. Stadium ini biasanya berlangsung selama 8 sampai 24 jam pada kehamilan pertama, tetapi sering hanya berlangsung beberapa menit pada kehamilan yang sudah berkali-kali.
Sekali serviks telah berdilatasi sempurna, ketuban biasanya pecah dan cairan ketuban tiba-tiba mengalir keluar ke vagina. Kemudian kepala fetus bergerak dengan cepat masuk ke jalan lahir, dan dengan kekuatan tambahan dari atas, kepala terus turun melalui jalan lahir sampai akhirnya terjadi kelahiran. Keadaan ini disebut kala dua persalinan, dan kala dua ini dapat berlangsung paling cepat 1 menit pada multipara sampai 30 menit atau lebih pada primigravida (Guyton, Hall, 2007).
Proses Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu:
Kala I: waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm.
Kala II: kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir.
Kala III: waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri.
Kala IV: mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam.
Kala I (Kala Pembukaan)
In partu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement). Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. Kala pembukaan dibagi atas 2 fase, yaitu:
(1). Fase laten: di mana pembukaan serviks berlangsung lambat; sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
(2). Fase aktif: berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase:
Periode akselerasi: berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
Periode dilatasi maksimal (steady): selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
Periode deselerasi: berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap.
Fase-fase yang dikemukakan di atas dijumpai pada primigravida. Bedanya dengan multigravida ialah:

Primi: Serviks mendatar (effacement), berlangsung 13-14 jam
Multi: Mendatar dan membuka bisa bersamaan, berlangsung 6-7 jam

Kala II (Kala Pengeluaran Janin)
Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karena tekanan pada rektum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum meregang. Dengan his mengedan yang terpimpin, akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi: 1 ½-2 jam pada multi ½-1 jam.
Kala III (Kala Pengeluaran Uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya. Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-10 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc.
Kala IV (Kala Pengawasan)
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.


Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah:

Primi
Multi
Kala I
13 jam
7 jam
Kala II
1 jam
1/2 jam
Kala IIII
1/2 jam
1/4 jam
Lama persalinan
14 1/2jam
7 3/4 jam

Abtraksi
Latar belakang Fentanil digunakan dalam praktik obstetri untuk memperkuat analgetik dan anestisia saat persalinan dan operasi cesare, dengan efek yang cepat dan dalam jangka waktu singkat.
Tujuan Untuk mengetahui konsentrasi fentanil pada maternal plasma, di dalam spasium intervili plasenta, dan pada arteri dan vena umbilikus pada masa kehamilan.
Pasien dan metode Sepuluh wanita hamil yang sehat yang menjalani anastesi epidural  dengan fentanil ditambah bupivakain dan lidokain, dan konsentrasi fentanil dihitung dari berbagai macam kompartemen fetal dan maternal, termasuk spasium intervili plasenta, dimana hal ini belum pernah diteliti sebelumnya pada literatur.
Hasil Rasio konsentrasi fentanil pada berbagai macam kompartemen fetal dan maternal mengungkapkan 86% dari perpindahan fentanil pada plasenta. Konsentrasi plasenta tetinggi didetesi pada spasium intervili plasenta, dimana pada lokasi tersebut konsentrasi 2.19 kali lebih tinggi dari plasma maternal, 2.8 kali lebih tinggi pada vena umbilikus dan 3.6 kali lebih tinggi dari arteri umbilikus, dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara arteri dan vena, yang menunjukkan tidak adanya penyerapan obat oleh jaringan fetus maupun metabolisme obat oleh janin meskipun adanya transfer melalui plasenta yang tinggi.

Kata kunci Fentanil∙Transfer plasenta∙Spasium intervili plasenta∙P-gikoprotein
   Policystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan kelainan endokrinopati yang paling banyak dijumpai pada wanita usia reproduksi. Sindrom ini ditandai dengan kumpulan beberapa gejala seperti gangguan haid, gangguan ovulasi, hiperandrogenism dan gambaran ovarium polikistik . Kurang lebih 60-70% wanita dengan berat badan lebih, dan 40-50% wanita dengan berat badan normal dapat menunjukkan gejala seperti tersebut di atas. Tentu saja hal ini menjadi terkait erat dengan kondisi infertilitas (gangguan kesuburan), terutama yang terkait dengan siklus yang tidak berovulasi. 
   Sindrom ini juga memiliki kaitan erat dengan kondisi resistensi insulin. Tatalaksana PCOS dengan masalah gangguan kesuburan pertama adalah memperbaiki gaya hidup seperti berolahraga teratur, menciptakan berat badan yang ideal dan menjaga pola makan, kedua adalah menggunakan obat-obatan pemicu kesuburan dan yang ketiga jika memang terdapat resistensi insulin dapat diberikan obat yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Tindakan operatif “drilling” ovarium dengan laparoskopi atau pembuatan bayi tabung merupakan upaya terakhir jika cara pengobatan lainnya tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Powered by Blogger.