Thursday, January 26, 2012

Melahirkan Normal Setelah Sesar


Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), atau Trial of Labor After Caesarean (TOLAC) adalah istilah untuk melahirkan anak secara normal (melalui vagina) setelah anak yang sebelumnya dilahirkan secara operasi Sesar (Caesarean section). Sejak tahun 1916, terkenal istilah bahwa setelah sesar, harus sesar lagi. Sampai tahun 1988, hanya 3% anak yang berhasil lahir normal setelah anak sebelumnya melalui operasi sesar.
Ada banyak alasan kenapa sebaiknya melahirkan normal, baik untuk si ibu maupun si bayi, antara lain:
Ibu:
Mencegah kematian dari operasi
Mencegah komplikasi operasi
Mencegah kehilangan darah banyak
Mengurangi resiko infeksi
Mengurangi resiko cedera organ sekitar
Mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah karena bekuan darah operasi
Menyusui biasa lebih mudah setelah melahirkan normal, lebih hemat.
Anak:
Menurunkan kejadian hipertensi paru persisten
Lahir normal mengkondisikan bayi akan kehidupan di luar rahim
Mencegah cedera bayi akibat operasi
Tingkat kematian bayi lebih rendah ketimbang sesar elektif
Kelahiran sesar adalah melahirkan bayi melalui insisi (pemotongan bedah) yang dibuat di dinding perut dan melalui rahim, bukan melalui vagina. Alasan untuk bedah caesar termasuk kegagalan untuk melanjutkan persalinan normal, kelainan laju jantung janin, dan komplikasi yang melibatkan plasenta (ketuban). Karena melahirkan sesar adalah prosedur pembedahan besar, ini berarti terdapat risiko yang ditimbulkan oleh operasi besar lainnya, seperti infeksi atau komplikasi dari anestesi (pembiusan). Kandidat bedah sesar biasa juga akan mempunyai kesulitan pada kehamilan berikutnya.
Kelahiran normal setelah sesar mempunyai resiko komplikasi seperti ruptur uterus (pecah rahim), infeksi lapisan rahim, kekurangan oksigen ke otak bayi, dan kematian bayi. Namun penelitian membuktikan angka kejadian komplikasi ini sangatlah kecil. Ruptur uterus adalah komplikasi yang paling umum. Ruptur uterus terjadi ketika luka di otot rahim akan terbuka. Pecahnya rahim dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh dari bayi dan plasenta mungkin meninggalkan rahim, yang dapat menyebabkan kelainan denyut jantung janin dan bahkan kematian janin. Penggunaan obat-obatan untuk mempercepat proses kelahiran, justru dapat meningkatkan resiko rupture uterus ini. Apabila parah, dapat mengakibatkan perdarahan berat, yang dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi. Dalam beberapa kasus, perdarahan mungkin begitu parah sehingga histerektomi perlu dilakukan.
Kontrol kehamilan yang baik, kemajuan teknologi, dan obat-obatan menurunkan resiko-resiko yang dapat terjadi saat VBAC/TOLAC. Riset terbaru membuktikan kalau VBAC tidak menaikkan resiko pendarahan paska kelahiran, sobekan vagina, atau komplikasi pada bayi. Pendapat ini didukung juga oleh ACOG, asosiasi obstetrik dan ginekologi dari Amerika. Kerusakan otak atau kematian bayi karena VBAC terjadi pada 1 dari 2000 kelahiran. Semua resiko sama besarnya dengan ibu yang melahirkan normal sebelumnya. Ketakutan akan ruptur uterus terjadi pada masa lalu, sebab pada jaman dahulu insisi yang digunakan adalah secara vertikal. Saat ini insisi sesar dilakukan secara melintang dan letak nya rendah, sehingga kemungkinan terjadinya komplikasi rahim adalah rendah.
Riwayat rupture uteri sebelumnya, bayi yang besar, tulang panggul yang sempit, atau infeksi jalan lahir yang masih aktif tetaplah beberapa syarat untuk tetap dilakukan sesar. Bedah sesar ulang juga mungkin membawa risiko di luar yang ditimbulkan dengan VBAC. Risiko infeksi dan komplikasi bedah lainnya tampaknya lebih besar pada wanita yang menjalani ulangi kelahiran sesar dibandingkan dengan mereka yang sukses dengan kelahiran vagina setelah bedah sesar.
Mengulangi kelahiran sesar dapat mempersulit kehamilan berikutnya. Terkadang dapat menyebabkan penempelan plasenta pada leher rahim, sehingga mengganggu proses kelahiran. Sesar sebelumnya juga meningkatkan kemungkinan bahwa plasenta akan tumbuh ke dalam dinding rahim, menyebabkan kesulitan pelepasan plasenta setelah melahirkan. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan berat selama kelahiran, dan dapat memerlukan operasi pengangkatan rahim.
Keputusan untuk mencoba kelahiran normal, atau mengulangi sesar haruslah diputuskan secara hati-hati oleh sang calon ibu dan sang dokter. Segala macam resiko perlu dipertimbangkan matang-matang. VBAC dapat dipertimbangkan oleh ibu karena:
Lebih sedikit komplikasi (infeksi dan kehilangan darah)
Energi dan stamina lebih cepat pulih kembali
Inisiasi menyusui dini pada bayi dapat dilakukan
Memberi efek positif dan lebih mudah untuk kelahiran berikutnya
Peluang keberhasilan VBAC akan rendah jika:
Kehamilan post-term
Bayi yang besar
Sudah pernah menjalani operasi sesar lebih dari 1x
Obesitas
Gagal melahirkan pada VBAC sehingga perlu operasi sesar terjadi pada 20%-40% kasus. Lalu, bagaimanakah kita menyiapkan diri kita sendiri (para ibu hamil tentunya)? Berikut saran-sarannya:
Pelajari mengenai VBAC dan cara meneran yang baik
Diskusikan kekhawatiran anda dan pengharapan anda dengan sang dokter. Pastikan dokter telah memiliki riwayat kesehatan yang lengkap termasuk riwayat obstetri sebelumnya.
Pastikan tersedia sarana kesehatan serta sarana pemantauan yang lengkap dan memadai selama kelahiran. Utamakan di rumah sakit dengan sarana terlengkap yang juga mempunyai sarana untuk memonitor keadaan janin secara berkelanjutan, tim bedah yang siap siaga, serta ketersediaan obat bius untuk mengontrol sakit dan transfusi darah 24 jam untuk mengontrol pendarahan.
Biarkan proses kelahiran berjalan alami, tanpa menggunakan bantuan obat-obatan. Penggunaan obat-obatan akan memperbesar resiko ruptur uteri.
Persiapkan mental anda jika harus terpaksa untuk dilakukan bedah sesar kembali.
Rawatlah kesehatan fisik anda. Makan makanan sehat, tetap lakukan aktivitas fisik rutin ringan setiap harinya, dan cukup istirahat.


Referensi:
ChildBirth.org. Vaginal Birth After Cesarean FAQ.
Caughey AB, Smith CV. Vaginal Birth After Cesarean Delivery. eMedicine-Medscape.
Mayo Clinic Staff. VBAC (vaginal birth after C-section). Mayo Clinic.
American Pregnancy Association. VBAC: Vaginal Birth after Cesarean.
Cornforth T. Is Vaginal Birth Safe After C-Section? Risks From Labor After Prior Cesarean Delivery Low, Study Reports. Women's Health About.com
Rozen G, Ugoni AM, Sheehan PM. A new perspective on VBAC: a retrospective cohort study. Women Birth. 2011 Mar;24(1):3-9.

3 comments:

bunda brivanto said...

makasih atas infonya.... saya sekarang sedang hamil 35w, anak pertama di SC karena letak sungsang berat bayi 3,6 kg, usia sekarang 3 tahun. saya berencana bersalin normal. perkiraan berat janin saya skrg kira2 3,2 kg. apa ada peluang vbac dok?

MEDICAL and PUBLIC INFO / dr. Virgo said...

sama2 bunda brivanto :)
saya rasa selama posisi janin dalam keadaan normal (letaknya tidak sungsang) dan lingkar pinggul bunda mencukupi untuk melahirkan normal itu tidak ada halangan sama sekali alias aman2 saja :)

sary budiarti said...

dok nama sy sari usia 34th. sy ingin hamil anak ke 2 ingin punya anak kembar karena dikeluarga km byk yg kembar. masalahnya dulu dr persalinan pertama sy caesar dg sayatan VERTICALl. yg sy tanyakan: bisakah di kelahiran kedua nanti aman jika janin yg sy kandung kembar? mohon dijelaskan efek samping vertical caesar . trimakasih

Post a Comment

please leave your comment about my blog or this posting here ^_^
If you find a broken link (you can not Downloads)
Please leave us your comments posts along with the names or names of broken file


budayakanlah memberikan komentar setelah membaca asal jangan spam ^_^
jika anda menemukan link yang rusak (tidak bisa anda download)
silahkan tinggalkan komentar anda beserta nama posting atau nama file yang rusak

Powered by Blogger.