Monday, January 16, 2012

Suster Stres

Saat dirawat di rumah sakit, tak jarang pasien harus berhadapan dengan perawat yang galak dan tidak ramah. Menurut Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sikap itu menunjukkan kalau perawat yang bersangkutan adalah perawat tidak berkualitas yang ilmunya cetek.

Komunikasi yang baik dengan pasien merupakan salah satu ilmu sekaligus keterampilan yang harus dikuasai oleh perawat masa kini. Perawat yang tidak komunikatif hanya akan membuat pasien stres, sehingga proses penyembuhan penyakitnya menjadi lebih lama dari seharusnya.

"Perawat yang galak itu pasti stres karena ilmunya cetek, pekerjaannya banyak dan gajinya tidak seberapa," kata Ketua PPNI, Dewi Irawaty, MA, PhD usai membuka workshop internasional Focus on Health and Health Care Service and Technologies di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (16/1/2012).



Menurut Dewi yang saat ini juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI, perawat masa kini harus menguasai ilmu Terapeutic Communication atau komunikasi terapetik. Dengan mempelajari dan mempraktikkan ilmu ini, perawat akan mampu bicara dengan teknik tertentu sehingga pasien merasa nyaman dan tidak stres.

Perawat-perawat masa kini umumnya sudah dibekali ilmu tersebut, hanya saja perawat-perawat lama masih banyak yang hanya berpendidikan setingkat SMA. Perawat-perawat lama yang tidak memperkaya diri dengan ilmu komunikasi seperti itulah yang biasanya jadi galak dan dengan sendirinya tidak bisa bersaing dengan perawat-perawat muda yang jauh lebih terampil dan komunikatif.

Dewi juga mengeluhkan banyaknya perawat yang kualitasnya dinilai masih di bawah standar. Jumlah perawat sebesar 500 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia sebenarnya sudah bisa dibilang berlimpah, namun yang benar-benar memenuhi standar kualitas sebagai perawat moderen dinilainya hanya sekitar 50-60 persen.



Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa, 1 perawat di Indonesia diperkirakan harus melayani 10.000 jiwa dan perbandingan ini dinilai Dewi sangat tidak memadahi. Padahal di negara lain seperti Singapura, 10.000 penduduk bisa dilayani oleh belasan perawat berkualitas.

2 comments:

Rezita Oktiana said...

haha,siap2 saja bagi para coass cewek,kena semprot susternya..hhe,intinya seberat apapun perkerjaanya,tetep ramah gitu donk..hehe

MEDICAL & PUBLIC INFO said...

nahhh...itu baru sippp ^_^
terimakasih atas kunjungan + komentarnya ^_^

Post a Comment

please leave your comment about my blog or this posting here ^_^
If you find a broken link (you can not Downloads)
Please leave us your comments posts along with the names or names of broken file


budayakanlah memberikan komentar setelah membaca asal jangan spam ^_^
jika anda menemukan link yang rusak (tidak bisa anda download)
silahkan tinggalkan komentar anda beserta nama posting atau nama file yang rusak

Powered by Blogger.